Ayo, Jodohmu Menunggu!

Kontak Jodoh

Minggu, 01 Januari 2012

Film Perjalanan Haji Seorang Muslim India Diperjuangkan Menang Piala Oscar


Sebuah film tentang seorang pria miskin mencoba untuk memenuhi mimpinya melakukan perjalanan haji ke Makkah akan berupaya untuk melakukan apa yang dua film blockbuster India (Lagaan dan Mother India) tidak dapat dilakukan dalam dalam tahun lalu: memenangkan piala Oscar!

Pertama-tama, sutradara Salim Ahmed mempertontonkan film ini, Adanubte Makan Abu atau Abu, Anak Adam, kepada khalayak di ruang pertunjukan Charlie Chaplin Studios Raleigh di Los Angeles awal Desember ini. Ini dilakukan dalam upaya untuk memperjuangkan debut produksinya ini disertakan pada daftar singkat dari lima film yang akan bersaing untuk Film Berbahasa Asing Terbaik di Academy Awards 2012 pada tanggal 26 Februari 2012 nanti.

Meskipun terlalu dini untuk berbicara tentang apakah film India akhirnya akan memenangkan piala Oscar, Ahmed berhasil untuk selangkah lebih maju di kampanye Academy Awards setelah mendapatkan pengakuan di Festival Film Internasional ke-42 dari India (IFFI), di mana film-nya diterima dengan status “resmi masuk” India untuk edisi ke-84 penghargaan Oscar.

Federasi Film India, badan organisasi yang memilih film untuk Oscar, mengatakan film ini mengalahkan 15 film lainnya yang juga bersaing untuk status ini.

Selain mendapatkan penghargaan khusus juri IFFI, Adanubte Makan Abu memperoleh empat Penghargaan Nasional India untuk Film Terbaik, Aktor Terbaik, Fotografi Terbaik, dan Musik Latar Terbaik.

Awal bulan ini, Ahmed meninggalkan India ke Hollywood untuk tampil sebagai satu dari enam pemutaran film lokal yang diperlukan untuk membuat juri Academy untuk mempertimbangkan di antara lima finalis untuk Film Berbahasa Asing Terbaik.

Setelah pertunjukan hampir dua jam di Raleigh Studios, Ahmed percaya filmnya dan pesannya mempromosikan kemurnian Islam.

“Islam adalah agama yang disalahpahami,” kata Ahmed, merujuk bahwa karakter utama mengeksplorasi makna yang lebih dalam dari iman karena “ia bertanya mengapa Allah tidak mengizinkan dia untuk mencapai Makkah.”

“Beberapa orang telah menghubungi saya, tapi saya tidak ingin memberikan hak kepada siapapun,” katanya. “Saya memegang hak.”

Jika film ini benar-benar menang Oscar emas, tidak hanya akan membuka beberapa kesempatan untuk Ahmed sebagai pembuat film, tapi ia juga akan membuat sejarah dalam memberikan Film Bahasa Asing Terbaik Penghargaan Academy ke India untuk pertama kalinya .

Hanya ada tiga film India – Mother India (1957), Salaam Bombay! (1988), dan Lagaan (2001) – yang telah masuk ke daftar singkat untuk penghargaan Best Foreign Language Film Academy. Pada Academy Award tahun lalu, Aamir Khan berhasil berkampanye agar film Anusha Rizvi mendapat nominasi Film Asing Terbaik.

Pada Penghargaan Academy 2011 sebelumnya, Aljazair, Kanada, Denmark, Yunani, dan Meksiko menjadi lima negara yang dinominasikan untuk Film Berbahasa Asing Terbaik, dengan menangnya Denmark di film In The Better World. Italia memimpin dunia dengan 13 entri pemenang untuk Film Berbahasa Asing Terbaik dari 27 nominasi. Perancis, pemimpin semua waktu untuk daftar pendek nominasi (36 nominasi), memiliki 12 film yang menang. Nepal adalah satu-satunya negara Asia Selatan lainya yang pernah masuk daftar singkat untuk Film Berbahasa Asing Terbaik, ketika Akademi memasukkan film Caravan pada tahun 1999.

islamtoday | fimadani

2 komentar:

arlini mengatakan...

bila film tersebut berhasil memenangkan oscar, memangnya kenapa? apa yang dapat berubah dari kondisi umat Islam yg saat ini sedang sakit?

infraME studio mengatakan...

Lihat dan contoh semangatnya, Bu! Bila film tersebut berhasil memenangkan Oscar, artinya semangat mereka untuk mengangkat realitas umat Islam menjadi kian besar. Arti pentingnya lagi, piala Oscar tidak lagi didominasi film-film barat. Dan ini jadi contoh dan pelajaran untuk filmmaker dunia Islam, khususnya Indonesia, untuk tidak bersemangat melawan dominasi film horor dan seks yang masih mendominasi bioskop kita. Apalagi? Banyak! Dengan catatan, itu kalau kita mau berpikir positif dan mengambil spiritnya. Tapi kalau mau berpikir negatif dan apatis, ya wassalam. Berserah diri kepada dunia film untuk menyelesaikan kondisi umat Islam yang sakit, ya salah alamat, Bu. Terima kasih.